TANGERANG – Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sarana Global (Global Institute) resmi membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai langkah strategis dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan tinggi yang inklusif, setara, dan ramah bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Pembentukan ULD ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 026/SK/REKTOR/IBSG/VIII/2026 tentang Pembentukan Unit Layanan Disabilitas Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sarana Global, yang ditandatangani oleh Rektor Global Institute, Assoc. Prof. Dr. H. Dedi Royadi, M.Si., pada 13 Agustus 2026.
Pembentukan unit ini merupakan wujud komitmen institusi dalam mendukung pemenuhan hak mahasiswa penyandang disabilitas untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu, setara, inklusif, dan nondiskriminatif, termasuk melalui penyediaan Akomodasi yang Layak sesuai dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa.
Layanan Terkoordinasi untuk Mendukung Mahasiswa
ULD dibentuk sebagai unit di tingkat perguruan tinggi yang bertugas mengoordinasikan dan mendukung penyelenggaraan layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas di lingkungan Global Institute. Dalam struktur tata kelola institusi, ULD bertanggung jawab kepada Rektor melalui Wakil Rektor Bidang Non-Akademik.
Dalam pelaksanaannya, ULD memiliki sejumlah tugas utama, antara lain melakukan identifikasi dan asesmen kebutuhan mahasiswa secara individual, memfasilitasi rekomendasi Akomodasi yang Layak, mengoordinasikan dukungan pembelajaran bersama program studi dan dosen, serta memberikan pendampingan sesuai kebutuhan mahasiswa.
Selain itu, ULD berperan dalam meningkatkan pemahaman dosen dan tenaga kependidikan mengenai pendidikan inklusif, mengembangkan aksesibilitas sarana dan prasarana kampus, membangun kerja sama dengan pihak eksternal yang relevan, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap layanan yang diberikan.
Pelaksanaan layanan ULD mengedepankan prinsip kesetaraan, nondiskriminasi, penghormatan terhadap martabat dan hak mahasiswa, aksesibilitas, partisipasi, serta perlindungan kerahasiaan data dan informasi pribadi.
Struktur Organisasi ULD Global Institute
Untuk memastikan pelaksanaan tugas yang terarah dan terkoordinasi, ULD Global Institute memiliki struktur organisasi yang melibatkan unsur pimpinan dan unit kerja terkait.
Susunan pengelola ULD berdasarkan SK Rektor adalah sebagai berikut:
- Pembina/Penanggung Jawab: Assoc. Prof. Dr. H. Dedi Royadi, M.Si. (Rektor)
- Pengarah: Muhammad Iqbal Hanafri, S.Pi., M.Kom. (Wakil Rektor Bidang Non-Akademik)
- Ketua ULD: Muhammad Iqbal Hanafri, S.Pi., M.Kom.
- Sekretaris ULD: Triono, M.Kom.
- Koordinator Layanan Akademik: Nina Septiana, S.Kom.
- Koordinator Aksesibilitas dan Sarana: Nani Fauzani, S.Kom.
- Koordinator Pendampingan dan Konseling: Arni R. Mariana, M.Kom.
Pembagian peran tersebut dirancang untuk mendukung koordinasi layanan akademik, peningkatan aksesibilitas lingkungan kampus, serta pendampingan mahasiswa secara terstruktur sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Rencana Kerja ULD 2026–2027
Sebagai tindak lanjut pembentukan kelembagaan, Global Institute telah menyusun Rencana Kerja Tahunan ULD untuk periode Juli 2026 hingga Juni 2027. Rencana kerja ini menjadi acuan pengembangan dan pelaksanaan layanan disabilitas secara bertahap dan berkelanjutan.
Sejumlah program prioritas yang direncanakan meliputi:
- Penguatan kelembagaan dan tata kelola, termasuk penyempurnaan struktur organisasi, pembagian tugas, serta penyusunan dan penerapan minimal tiga Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan disabilitas.
- Pengembangan sistem informasi, berupa sistem pendataan mahasiswa penyandang disabilitas yang terintegrasi, akurat, mutakhir, dan menerapkan pengaturan hak akses serta prinsip kerahasiaan data.
- Pendataan dan asesmen kebutuhan mahasiswa, dengan target pendataan 100% mahasiswa penyandang disabilitas aktif serta pelaksanaan asesmen kebutuhan secara individual.
- Fasilitasi Akomodasi yang Layak, melalui penyusunan rekomendasi berdasarkan hasil asesmen dan koordinasi tindak lanjut bersama program studi, dosen, serta unit kerja terkait.
- Peningkatan aksesibilitas kampus, melalui identifikasi kondisi sarana dan prasarana, audit aksesibilitas, pemetaan kebutuhan, dan penyusunan rekomendasi perbaikan.
- Peningkatan kapasitas sivitas akademika, melalui workshop pendidikan inklusif yang membahas Akomodasi yang Layak dan komunikasi dengan mahasiswa penyandang disabilitas.
- Sosialisasi dan publikasi layanan ULD, agar dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan sivitas akademika memahami keberadaan, fungsi, serta mekanisme layanan yang tersedia.
- Pengembangan jejaring dan kerja sama, termasuk benchmarking dan pertukaran praktik baik dengan perguruan tinggi atau lembaga yang relevan.
- Monitoring, evaluasi, dan pengembangan berkelanjutan, melalui evaluasi pelaksanaan layanan, survei kepuasan mahasiswa, penyusunan laporan tahunan, dan perencanaan program periode berikutnya.
Rencana kerja tersebut juga menetapkan sejumlah indikator terukur, antara lain pelaksanaan minimal satu workshop pendidikan inklusif dengan sasaran partisipasi sekurang-kurangnya 30% dosen, pelaksanaan minimal dua kegiatan evaluasi, serta target kepuasan mahasiswa sekurang-kurangnya 75%.
Seluruh program dirancang untuk dipantau berdasarkan indikator, dokumen pendukung, dan jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, pengembangan ULD diharapkan tidak berhenti pada pembentukan organisasi, tetapi berlanjut pada penyediaan layanan yang terukur dan terus ditingkatkan.


Menuju Lingkungan Kampus yang Lebih Inklusif
Pembentukan ULD menjadi bagian dari upaya Global Institute untuk memperkuat tata kelola layanan kemahasiswaan sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang menghargai keberagaman kebutuhan mahasiswa.
Melalui kolaborasi antara pimpinan perguruan tinggi, program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta mitra eksternal, ULD diharapkan dapat membantu mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh dukungan yang sesuai dengan kebutuhannya dan berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan tinggi secara lebih optimal.
Ke depan, Global Institute berkomitmen untuk mengembangkan layanan ULD secara bertahap, mulai dari penguatan kelembagaan dan prosedur layanan hingga peningkatan aksesibilitas, kompetensi sivitas akademika, serta evaluasi mutu layanan secara berkelanjutan.
Langkah ini menegaskan komitmen Global Institute untuk terus membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, menghormati hak setiap mahasiswa, dan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh sivitas akademika.
Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sarana Global (Global Institute)
Jl. Aria Santika No. 43A, Margasari, Karawaci, Kota Tangerang, Banten
Website: https://global.ac.id
