Bogor, 11 September 2026 — Global Institute terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan mengembangkan program Pascasarjana melalui penguatan jejaring serta kolaborasi akademik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kunjungan Benchmarking dan Diskusi Akademik dalam Rangka Pengembangan Program Pascasarjana serta Penjajakan Kerja Sama Akademik Global Institute dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026, bertempat di Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menjadi momentum bagi kedua institusi untuk saling bertukar informasi, pengalaman, serta perspektif mengenai pengelolaan pendidikan tinggi dan pengembangan program akademik, khususnya pada jenjang Pascasarjana.
Kunjungan ini melibatkan pimpinan dan perwakilan dari Global Institute, di antaranya Dr. M. Ramaddan Julianti, M.T., Muchamad Iqbal, S.E., M.Kom., Refi Nabillah Royadi, S.E., S.Kom., M.M., dan Ayu Kumala Putri, serta perwakilan dari Institut Pertanian Bogor.
Memperkuat Wawasan Pengelolaan Pendidikan Tinggi
Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan pimpinan dan perwakilan dari kedua institusi. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai sejarah, perkembangan, serta pengalaman dalam pengelolaan program pendidikan tinggi.
Dalam sesi diskusi, kedua pihak membahas berbagai aspek yang relevan dengan pengembangan pendidikan tinggi, mulai dari pengembangan program studi pada jenjang S1, S2, hingga S3, peminatan akademik, hingga strategi penyelenggaraan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan dunia pendidikan.
Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah penerapan model pembelajaran hybrid, sinkronus, dan asinkronus. Pembahasan tersebut mencakup bagaimana sistem pembelajaran dapat tetap memberikan pengalaman akademik yang optimal sekaligus memastikan capaian kompetensi mahasiswa dapat terpenuhi.
Selain sistem pembelajaran, diskusi juga mencakup aspek kurikulum, mata kuliah, capstone project, tugas akhir, dan tesis, termasuk mekanisme penentuan dosen pembimbing akademik maupun pembimbing tugas akhir mahasiswa.
Pengembangan Kurikulum dan Penjaminan Mutu Menjadi Perhatian
Pengembangan kurikulum menjadi salah satu pembahasan penting dalam kegiatan benchmarking ini. Kurikulum dinilai perlu disusun secara selaras dengan visi dan misi program studi, capaian pembelajaran lulusan, serta kebutuhan mahasiswa.
Pembahasan juga menyoroti pentingnya memastikan implementasi pembelajaran, termasuk pembelajaran hybrid, tetap berorientasi pada pencapaian kompetensi mahasiswa. Dengan demikian, fleksibilitas metode pembelajaran dapat berjalan beriringan dengan kualitas proses dan hasil pembelajaran.
Selain kurikulum, kedua institusi turut bertukar pengalaman mengenai sistem penjaminan mutu internal dan proses akreditasi. Pertukaran informasi ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Global Institute dalam memperkuat tata kelola akademik dan mempersiapkan pengembangan program Pascasarjana yang semakin berkualitas.
Membuka Peluang Kolaborasi Akademik
Tidak hanya menjadi forum berbagi pengalaman, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam menjajaki peluang kerja sama akademik antara Global Institute dan IPB.
Beberapa peluang kolaborasi yang dibahas antara lain kemungkinan keterlibatan dosen IPB dalam kegiatan pembelajaran di Global Institute, pertukaran pengalaman akademik, pelaksanaan kunjungan mahasiswa, serta pengembangan kegiatan pembelajaran berbasis proyek.
Peluang tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut dengan mempertimbangkan kebutuhan akademik, ketersediaan dosen, bentuk kegiatan, serta mekanisme pelaksanaannya. Namun demikian, diskusi yang berlangsung menjadi langkah positif dalam membangun komunikasi dan membuka ruang kolaborasi antarinstitusi.
Menjadi Bekal Pengembangan Program Pascasarjana Global Institute
Kegiatan benchmarking dan diskusi akademik ini memberikan berbagai wawasan serta masukan bagi Global Institute, khususnya dalam mempersiapkan dan mengembangkan program Pascasarjana.
Informasi dan pengalaman yang diperoleh menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran, penjaminan mutu, akreditasi, hingga pengelolaan tugas akhir mahasiswa.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Global Institute dalam memperluas jejaring akademik dengan perguruan tinggi lain. Kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi institusi sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas.
Tindak Lanjut Menuju Kolaborasi yang Lebih Konkret
Sebagai bagian dari keberlanjutan hasil diskusi, beberapa rencana tindak lanjut turut dibahas oleh kedua pihak. Rencana tersebut meliputi:
- Melanjutkan komunikasi dan diskusi mengenai kemungkinan keterlibatan dosen IPB dalam kegiatan pembelajaran di Global Institute.
- Membahas kebutuhan mata kuliah, RPS, jadwal pembelajaran, serta mekanisme penugasan dosen.
- Menjajaki pelaksanaan kunjungan mahasiswa maupun kegiatan akademik bersama.
- Melakukan diskusi lanjutan terkait pengembangan kurikulum, pembelajaran hybrid, dan sistem penjaminan mutu.
- Mengkaji peluang kerja sama akademik yang dapat dituangkan dalam bentuk kerja sama resmi setelah memperoleh kesepakatan dari kedua belah pihak.
Melalui kegiatan ini, Global Institute menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Benchmarking dan pertukaran pengalaman dengan perguruan tinggi lain menjadi salah satu langkah strategis untuk memperoleh perspektif baru serta memastikan pengembangan program akademik tetap relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan pendidikan tinggi.
Ke depan, Global Institute berharap komunikasi dan penjajakan yang telah dimulai bersama IPB dapat berkembang menjadi kolaborasi akademik yang memberikan manfaat bagi kedua institusi, dosen, dan mahasiswa, sekaligus mendukung penguatan kualitas pendidikan dan pengembangan program Pascasarjana Global Institute.




