Global Institute Laksanakan Benchmarking Pascasarjana ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta.
Jakarta, 19 Agustus 2026 — Global Institute melakukan kunjungan benchmarking ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Rabu, 19 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Global Institute dalam memperkuat wawasan dan kesiapan pengembangan program internasional di lingkungan perguruan tinggi.
Kunjungan benchmarking tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Global Institute untuk mempelajari praktik pengelolaan program internasional di perguruan tinggi, khususnya terkait student mobility, kerja sama akademik, internasionalisasi program studi, serta pengembangan jejaring dengan universitas mitra di luar negeri.
Dihadiri Tim Global Institute dan Universitas Negeri Jakarta
Dalam kegiatan ini, Global Institute diwakili oleh:
- Dr. M. Ramaddan Julianti, M.T., selaku Direktur Pascasarjana Global Institute
- Refi Nabillah Royadi, S.E., S.Kom., M.M.
- M. Bucci Ryando, M.Kom.
- Ayu Kumala Putri
Sementara dari Universitas Negeri Jakarta, kegiatan melibatkan Dr. Ayatulloh Michael Musyaffi, S.E., Ak., M.Ak., CA, Dr. Osly Usman, M.Bus, beserta tim UNJ sebagai mitra benchmarking dan narasumber dalam diskusi.
Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang interaktif dengan berbagai pembahasan mengenai pengalaman dan strategi pengembangan program internasional di lingkungan perguruan tinggi.
Membahas Strategi Internasionalisasi Perguruan Tinggi
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian materi, kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai berbagai aspek internasionalisasi pendidikan tinggi.
Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah program beasiswa internasional serta inbound dan outbound student mobility. Pembahasan ini memberikan gambaran mengenai berbagai bentuk mobilitas mahasiswa yang dapat diterapkan, mulai dari program jangka pendek hingga pertukaran mahasiswa selama satu semester.
Selain itu, peserta juga membahas peluang pengembangan:
- International Guest Lecture
- International Research
- International Community Service
- International Conference
- International Class Program (ICP)
- International Undergraduate Program (IUP)
- Double Degree
- Fast Track Program
Diskusi juga mencakup tahapan membangun kerja sama internasional secara kelembagaan, mulai dari komunikasi awal dengan calon mitra, penyusunan Letter of Intent (LoI), Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), hingga berbagai dokumen pendukung kegiatan.
Internasionalisasi Dapat Dimulai Secara Bertahap
Salah satu wawasan penting yang diperoleh Global Institute adalah bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak harus langsung dimulai melalui program berskala besar.
Kegiatan internasional dapat dibangun secara bertahap melalui program sederhana seperti guest lecture, webinar internasional, joint class, maupun sit-in. Program-program tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi, pengalaman, dan kepercayaan dengan calon mitra internasional.
Dalam diskusi juga disampaikan pentingnya menentukan beberapa universitas mitra yang memiliki potensi untuk menjalankan kegiatan bersama. Global Institute memperoleh referensi bahwa pengembangan kerja sama dapat diawali dengan menjalin komunikasi dan mengidentifikasi sekitar 2–3 universitas yang berpotensi menjadi mitra strategis.
Sementara itu, untuk program student mobility, bentuk kegiatan dapat disesuaikan dengan kesiapan institusi dan mahasiswa. Program tersebut dapat berupa summer camp, bootcamp, program singkat, hingga pertukaran mahasiswa selama satu semester.
Peluang Pengembangan Program Internasional S2 Business Digital
Pembahasan juga secara khusus menyoroti peluang internasionalisasi program Pascasarjana Global Institute, khususnya bidang Business Digital.
Pengembangan program seperti double degree S2 Business Digital menjadi salah satu peluang yang dibahas dalam kegiatan ini. Program tersebut ditargetkan dapat mulai dijajaki menuju sekitar tahun 2027, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan mitra, kurikulum, legalitas, skema mobilisasi mahasiswa, serta aspek pembiayaan.
Selain double degree, peluang pengembangan program berbasis project juga menjadi bagian dari pembahasan. Konsep ini diharapkan dapat menghubungkan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan mitra internasional.
Pentingnya Dokumentasi dan Luaran Kerja Sama
Dalam membangun kerja sama internasional, setiap kegiatan perlu memiliki dokumentasi serta luaran yang jelas. Hal tersebut penting tidak hanya untuk kebutuhan pelaporan, tetapi juga untuk mendukung rekognisi akademik dan akreditasi.
Dengan adanya dokumentasi dan luaran yang terukur, kegiatan internasional seperti guest lecture, research collaboration, student mobility, community service, maupun joint publication dapat memberikan dampak yang lebih terarah bagi institusi, mahasiswa, dan dosen.
Melalui benchmarking ini, Global Institute memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai peluang pengembangan ICP, IUP, double degree, student mobility, international guest lecture, penelitian bersama, dan publikasi internasional.
Rencana Tindak Lanjut Global Institute
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan benchmarking, sejumlah rencana pengembangan mulai dibahas. Beberapa di antaranya meliputi:
- Menjajaki mitra internasional untuk pengembangan International Class Program (ICP) dan International Undergraduate Program (IUP).
- Menjajaki program Double Degree S2 Business Digital dengan target sekitar tahun 2027 apabila seluruh persiapan memungkinkan.
- Mengembangkan student mobility jangka pendek sebagai tahap awal internasionalisasi mahasiswa.
- Mengembangkan kerja sama internasional dalam bentuk guest lecture, research collaboration, international community service, dan joint publication.
- Mengikuti agenda kunjungan bersama UNJ serta melakukan benchmarking ke universitas mitra lainnya.
- Menghubungkan Global Institute dengan mitra UNJ yang telah memiliki jejaring kerja sama di Malaysia dan negara lainnya.
Rencana tersebut menjadi bagian dari langkah Global Institute untuk membangun internasionalisasi secara terencana dan berkelanjutan.
Menjadi Langkah Awal Menuju Global Exposure
Kunjungan benchmarking ke Universitas Negeri Jakarta memberikan wawasan dan referensi bagi Global Institute dalam merancang arah pengembangan internasionalisasi pendidikan tinggi.
Tidak hanya membahas kerja sama antarperguruan tinggi, kegiatan ini juga membuka perspektif mengenai bagaimana international exposure mahasiswa dan dosen dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta program mobilitas.
Bagi Global Institute, kegiatan ini menjadi salah satu langkah awal untuk mempersiapkan pengembangan program internasional sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan universitas di luar negeri.
Ke depan, hasil diskusi dan benchmarking tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan berbagai program internasional, termasuk student mobility, international class, double degree S2 Business Digital, kolaborasi penelitian dan publikasi, serta program pembelajaran berbasis project yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui langkah yang dilakukan secara bertahap dan kolaboratif, Global Institute terus berupaya memperluas kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan pengalaman serta jejaring akademik di tingkat internasional.




