Sabet Juara 3 Nasional, Tim Mahasiswa Global Institute Harumkan Nama Kampus di Essay Competition Festafora 2026
TANGERANG – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Global Institute di tingkat nasional. Tim yang beranggotakan Fahmiansyah dan Daffa Evan Pranaja, di bawah bimbingan dosen Ibu Vera Lupi, berhasil menembus babak final dan bersaing ketat dalam ajang Essay Competition Festafora 2026.
Ajang perlombaan nasional ini diikuti oleh 169 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui tahap penyisihan yang ketat, tim Global Institute berhasil lolos hingga menyisakan 5 tim terbaik pada babak Final yang diselenggarakan pada 10 Oktober 2026 di UPN “Veteran” Jawa Timur.
Pada puncak acara, seluruh finalis memaparkan gagasan mereka di hadapan dewan juri melalui sesi presentasi dan tanya jawab yang interaktif, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi pengumuman pemenang.
Angkat Isu Keadilan Gender dan Kedaulatan Pangan
Dalam kompetisi ini, tim Global Institute membawa gagasan inovatif bertajuk “Agri-Gender Justice: Inovasi Hukum Agraria Inklusif demi Kedaulatan Pangan SDGs 2030”.
Karya ini berfokus pada pentingnya memberikan akses dan keadilan yang setara bagi perempuan pengelola usaha pertanian di Indonesia. Sebagai solusi konkret, tim merancang sebuah program bernama Agri-Gender Regulatory Sandbox untuk mendukung terciptanya regulasi hukum agraria yang lebih inklusif.
Ibu Vera Lupi menyampaikan apresiasinya atas perjuangan dan semangat pantang menyerah para mahasiswa bimbingannya sepanjang kompetisi.
“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Global Institute memiliki potensi besar dan mampu bersaing di kancah nasional. Semoga inovasi yang dirancang ini bisa terus dikembangkan,” ujar Ibu Vera Lupi, Dosen Pembimbing Tim.
Berdampak Positif bagi Kampus
Keikutsertaan dan pencapaian tim tidak hanya menjadi ajang pembuktian potensi mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kampus. Pencapaian ini berkontribusi pada penambahan poin akreditasi serta memperluas jangkauan dan reputasi Global Institute di tingkat nasional.
Sebagai langkah selanjutnya, tim berencana mendiskusikan rencana tindak lanjut pengembangan program Agri-Gender Regulatory Sandbox bersama dosen pembimbing.




