TANGERANG, 23 Oktober 2026 — Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sarana Global (Global Institute) meresmikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) pada Jumat, 23 Oktober 2026, sebagai langkah nyata dalam memperkuat komitmen institusi terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi yang inklusif, setara, dan ramah bagi seluruh mahasiswa.
Kegiatan peresmian dan sosialisasi yang berlangsung di SmartClassroom lantai 3 Global Institute ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta guru-guru dari sekolah yang menangani peserta didik penyandang disabilitas, yaitu SKh YKDW 01, SKh YKDW 02, dan SKh YKDW 03.
Peresmian ULD dilakukan oleh Muhammad Iqbal Hanafri, S.Pi., M.Kom., selaku Ketua ULD sekaligus Wakil Rektor Non Akademik Global Institute. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan peran, fungsi, serta arah pengembangan layanan disabilitas di lingkungan kampus.
Wujud Komitmen terhadap Pendidikan Inklusif
Keberadaan Unit Layanan Disabilitas merupakan bagian dari upaya Global Institute untuk menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang memberikan kesempatan setara kepada setiap mahasiswa dalam mengakses pendidikan, mengikuti kegiatan pembelajaran, serta mengembangkan potensi diri.
ULD diharapkan menjadi unit yang memfasilitasi identifikasi kebutuhan, asesmen awal, pendampingan, dan koordinasi layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Pelaksanaan layanan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa serta melibatkan pihak-pihak terkait agar dukungan yang diberikan dapat berjalan secara tepat dan berkelanjutan.
Ketua ULD Global Institute, Muhammad Iqbal Hanafri, S.Pi., M.Kom., menyampaikan bahwa pembentukan ULD bukan sekadar menghadirkan unit baru di lingkungan kampus, melainkan bagian dari upaya membangun budaya pendidikan yang menghargai keberagaman dan memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkembang.
“Bagi kami, pendidikan adalah hak setiap individu. Kehadiran Unit Layanan Disabilitas bukan sekadar membentuk unit baru di lingkungan kampus, tetapi merupakan langkah nyata untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas, mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan inklusif membutuhkan keterlibatan seluruh sivitas akademika. Pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang menghormati perbedaan serta mendukung kebutuhan setiap individu.
Sosialisasi untuk Membangun Kesadaran Sivitas Akademika
Selain peresmian, kegiatan ini menjadi sarana sosialisasi mengenai pentingnya layanan disabilitas di perguruan tinggi. Melalui kegiatan tersebut, sivitas akademika diharapkan semakin memahami bahwa pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga mencakup akses pembelajaran, komunikasi yang tepat, dukungan akademik, serta lingkungan sosial yang bebas dari diskriminasi.
Peningkatan pemahaman ini menjadi penting agar mahasiswa penyandang disabilitas dapat berpartisipasi dalam kegiatan akademik maupun nonakademik dengan dukungan yang sesuai kebutuhannya.
ULD juga diharapkan menjadi ruang koordinasi bagi mahasiswa, dosen, program studi, dan unit terkait untuk mengidentifikasi hambatan yang mungkin dihadapi mahasiswa serta mengupayakan solusi yang sesuai. Dengan demikian, kebutuhan dukungan dapat ditangani secara lebih terarah dengan tetap menghormati privasi, martabat, dan kemandirian mahasiswa.
Memperkuat Kolaborasi dengan Sekolah Khusus
Kegiatan peresmian dan sosialisasi ULD Global Institute turut melibatkan guru-guru dari SKh YKDW 01, SKh YKDW 02, dan SKh YKDW 03. Keterlibatan para pendidik tersebut menjadi bagian penting dalam membuka ruang komunikasi dan membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dengan sekolah yang memiliki pengalaman dalam mendampingi peserta didik penyandang disabilitas.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai kebutuhan dukungan pendidikan, pendekatan pendampingan, serta persiapan transisi peserta didik menuju pendidikan tinggi.
Melalui hubungan yang berkelanjutan dengan sekolah-sekolah tersebut, Global Institute berupaya memperkuat kesiapan institusi dalam mengembangkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Sinergi ini juga diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pentingnya kesinambungan dukungan pendidikan, mulai dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.
“Inklusif, Setara dan Berdaya”
ULD Global Institute mengusung motto “Inklusif, Setara dan Berdaya” sebagai landasan semangat dalam menjalankan layanan dan membangun budaya kampus yang menghargai keberagaman.
Inklusif mencerminkan komitmen untuk membuka ruang partisipasi bagi setiap mahasiswa dalam kegiatan akademik maupun nonakademik. Setara berarti memberikan kesempatan yang adil dengan memperhatikan kebutuhan dan dukungan yang diperlukan setiap individu. Sementara itu, Berdaya menggambarkan harapan agar setiap mahasiswa mampu mengembangkan potensi, kemandirian, kepercayaan diri, dan prestasinya.
Motto tersebut menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak untuk belajar dan berkembang. Perbedaan bukanlah alasan untuk membatasi kesempatan, melainkan hal yang perlu dipahami agar lingkungan pendidikan dapat memberikan dukungan yang tepat.
Muhammad Iqbal Hanafri menegaskan bahwa semangat tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dan keterlibatan bersama seluruh warga kampus.
“Melalui motto ‘Inklusif, Setara dan Berdaya’, kami ingin menegaskan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang. Tugas kita bersama adalah membangun lingkungan yang memberikan ruang, dukungan, dan kesempatan agar potensi tersebut dapat diwujudkan. Kami berharap ULD Global Institute dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa serta menjadi jembatan kolaborasi dengan sekolah-sekolah dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan inklusif,” tambahnya.







Langkah Awal Menuju Kampus yang Lebih Ramah Disabilitas
Peresmian dan sosialisasi ULD menjadi langkah awal bagi Global Institute dalam mengembangkan sistem layanan disabilitas yang terarah dan berkelanjutan. Ke depan, ULD diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta mitra eksternal untuk mengidentifikasi kebutuhan dan mengembangkan bentuk dukungan yang sesuai.
Pengembangan layanan ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan kapasitas seluruh sivitas akademika dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih ramah dan suportif.
Melalui kehadiran ULD, Global Institute menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menjunjung tinggi kesetaraan kesempatan, penghargaan terhadap keberagaman, dan pengembangan potensi setiap mahasiswa.
Dengan semangat “Inklusif, Setara dan Berdaya”, Global Institute berharap dapat menjadi lingkungan pendidikan yang semakin terbuka, mendukung kemandirian, dan memberikan ruang bagi setiap individu untuk tumbuh, belajar, serta meraih masa depan yang lebih baik.
Global Institute — Inklusif, Setara dan Berdaya.
