Tangerang, 1 November 2026 – Pendidikan tinggi yang inklusif menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan kesempatan yang setara bagi setiap individu, termasuk penyandang disabilitas. Semangat tersebut diangkat dalam kegiatan talk show bertajuk “Pendidikan Tinggi untuk Anak Berkebutuhan Khusus: Kesempatan yang Sama, Masa Depan yang Lebih Baik” yang diselenggarakan pada Minggu, 1 November 2026, di Mall Ciputra.
Kegiatan yang berlangsung pukul 18.00–19.00 WIB ini menghadirkan perspektif dari dunia pendidikan dan dunia industri untuk membahas pentingnya akses pendidikan tinggi yang inklusif serta peluang pengembangan karier bagi penyandang disabilitas.
Wakil Rektor Non Akademik Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sarana Global (Global Institute), M. Iqbal Hanafri, M.Kom., hadir sebagai narasumber. Selain menjabat sebagai Wakil Rektor Non Akademik, beliau juga merupakan Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) Global Institute yang berperan dalam mendorong terciptanya lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan ramah bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Diskusi dipandu oleh Dr. Sri Mulyani sebagai moderator. Turut hadir Amas Tutiningrum, S.Psi., CHRP, BNSP, sebagai perwakilan perusahaan Ichitan dari bidang Human Resources Development (HRD), yang memberikan perspektif mengenai kesempatan kerja dan kebijakan ketenagakerjaan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Pendidikan Tinggi sebagai Ruang Kesempatan yang Setara
Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam membuka peluang bagi setiap individu untuk mengembangkan kompetensi, membangun kemandirian, dan meraih masa depan yang lebih baik. Bagi penyandang disabilitas, kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kesetaraan dan inklusi sosial.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang bagaimana institusi pendidikan mampu menyediakan lingkungan belajar yang mendukung keberagaman.
Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menciptakan sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada setiap calon mahasiswa untuk mengembangkan potensinya. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan fasilitas yang aksesibel, layanan pendampingan, penyesuaian pembelajaran berdasarkan kebutuhan individu, serta lingkungan kampus yang ramah dan bebas diskriminasi.
Dalam perspektif perguruan tinggi, pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan kesempatan untuk masuk ke perguruan tinggi, tetapi juga memastikan mahasiswa memperoleh dukungan yang diperlukan selama menjalani proses pendidikan.
Peran ULD Global Institute dalam Mendorong Pendidikan Inklusif
Kehadiran M. Iqbal Hanafri, M.Kom., sebagai Wakil Rektor Non Akademik sekaligus Ketua ULD Global Institute, menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya layanan pendidikan yang inklusif.
Unit Layanan Disabilitas (ULD) memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi yang ramah bagi penyandang disabilitas. Dukungan tersebut mencakup identifikasi kebutuhan individu, asesmen kebutuhan layanan, pendampingan, serta koordinasi dalam penyediaan dukungan pembelajaran yang sesuai.
Pendidikan inklusif bukan berarti menghilangkan standar akademik, melainkan memastikan setiap mahasiswa memperoleh kesempatan yang setara untuk mengikuti proses pembelajaran dan mencapai kompetensi yang ditetapkan.
Melalui pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan individu, perguruan tinggi diharapkan mampu menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya memberikan akses, tetapi juga mendukung keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan.
Partisipasi Global Institute dalam kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi untuk berkembang dan berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.
Dunia Industri dan Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas
Selain membahas akses pendidikan tinggi, talk show ini juga mengangkat pentingnya keberlanjutan pendidikan menuju dunia kerja.
Amas Tutiningrum dari Ichitan, yang mewakili perspektif HRD perusahaan, memberikan pemahaman mengenai kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas serta kebijakan pemerintah yang mendorong dunia usaha untuk menerapkan prinsip ketenagakerjaan inklusif.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, khususnya Pasal 53, yang mengatur kewajiban perusahaan swasta untuk mempekerjakan penyandang disabilitas paling sedikit 1 persen dari jumlah pegawai atau pekerja.
Sementara itu, pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD memiliki kewajiban mempekerjakan penyandang disabilitas paling sedikit 2 persen dari jumlah pegawai atau pekerja.
Ketentuan tersebut menjadi landasan penting dalam mendorong dunia kerja yang lebih terbuka dan memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas.
Perspektif dunia industri ini memperkuat pentingnya hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam memberikan akses pendidikan, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan untuk memasuki dunia profesional.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, perusahaan, dan masyarakat menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem yang mendukung kemandirian serta partisipasi penyandang disabilitas di dunia kerja.



Mewujudkan Masa Depan Pendidikan yang Lebih Inklusif
Talk show ini menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan serta mengembangkan potensi dirinya.
Pendidikan tinggi yang inklusif membutuhkan dukungan bersama, mulai dari keluarga, institusi pendidikan, masyarakat, hingga dunia kerja. Lingkungan yang mendukung akan membantu setiap individu memperoleh kesempatan untuk berkembang, membangun kemandirian, dan meraih cita-cita.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan edukatif ini, Global Institute turut mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa setiap individu memiliki potensi, kemampuan, dan kesempatan untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Global Institute berharap semangat pendidikan inklusif dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih berkeadilan.
Kesempatan yang sama dalam pendidikan merupakan langkah awal untuk membangun masa depan yang lebih baik.
