Global Institute turut mengikuti kegiatan Peluncuran Pedoman Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi Akademik dan Vokasi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, pada Selasa, 12 Mei 2026 di STIKES Medistra Indonesia.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam transformasi sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya pasca terbitnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 terkait Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti).
Dalam kegiatan tersebut, Kemdiktisaintek meluncurkan dua pedoman utama, yaitu:
- Pedoman Implementasi SPMI bagi Perguruan Tinggi Akademik
- Pedoman Teknis Implementasi SPMI bagi Perguruan Tinggi Vokasi
Pedoman ini dirancang untuk memperkuat budaya mutu di perguruan tinggi melalui pendekatan yang lebih adaptif, berbasis outcome, dan mendukung otonomi perguruan tinggi dalam menjalankan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Kegiatan yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi, LLDIKTI, pengelola penjaminan mutu, serta sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Melalui partisipasi pada kegiatan ini, Global Institute menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Implementasi SPMI tidak lagi dipandang sekadar pemenuhan administrasi akreditasi, tetapi menjadi bagian strategis dalam membangun budaya kualitas, relevansi, dan dampak pendidikan tinggi.
Selain itu, paradigma baru SN-Dikti juga mendorong perguruan tinggi untuk lebih fleksibel dalam mengembangkan keunggulan institusi melalui konsep mission differentiation, sekaligus tetap menjaga akuntabilitas mutu berbasis data dan continuous improvement.
Global Institute terus berupaya memperkuat sistem penjaminan mutu internal melalui pengembangan standar mutu, penguatan evaluasi berbasis data, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital.
Dengan adanya pedoman implementasi terbaru ini, diharapkan perguruan tinggi dapat semakin adaptif dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi masa depan serta mampu menghasilkan lulusan yang unggul, relevan, dan berdampak bagi masyarakat.






