Global Institute | Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sarana Global
  • Home
  • About Us
    • Messages
      • Message from the Foundation Chairman
      • Rector’s Message
    • Profile
    • Vision & Missions
    • Structure
    • Global Six Values
    • Methods of Education
    • Campus Location
    • Facilities
      • Musholla
      • Computer Lab
      • Class
      • Photo Studio
      • Audio Studio
      • Free Internet
      • Library Room
    • Galleries
      • Gallery 2025
      • Gallery 2024
      • Gallery 2023
      • Gallery 2022
      • Gallery 2021
      • Gallery 2019
      • Gallery 2018
    • Accreditation
  • Academics
    • Faculty of Information Technology
      • Information Technology
      • Information System
      • FILM, TELEVISION & MEDIA STUDIES
    • Faculty of Business & Management
      • Digital Business
      • Retail Management
    • Our Systems
      • E-Journal
      • E-Learning
      • E-Library
      • GAIS
      • KabarGlobal.ID
      • E-Keabsahan
      • SISTER App
    • International Programs
    • Cooperation MoU & MoA
    • Our Lecturers
    • Achievements
    • Alumni
  • Admission
  • Divisions
    • Research and Community Services Center (LPPM)
    • Corporate and Development (CnD)
    • STUDENT AFFAIRS
    • Quality Assurance Division (BPM)
    • Testimonials from Our Networks
    • Become Our Network

Sulitnya Jadi Pelaku Start Up di Indonesia

Posted on 24 October 2016 0

JAKARTA – Menjadi pelaku bisnis start up di Indonesia memang tak mudah. Selain karena gempuran pemain asing, minimnya pembinaan juga menjadi salah satu faktor yang bisa menghambat atau mematikan bisnis start up.

Saat ini diketahui bahwa salah satu start up Indonesia bernama YesBoss berencana akan menutup layanannya pada 31 Oktober. Meski belum diketahui apa penyebabnya, namun menurut pengamat, mendirikan sebuah start up memang tak semudah membalikan telapak tangan.

Heru Sutadi pengamat dari Indonesia ICT Insitute mengatakan, untuk menjadi start up yang benar-benar bisa bersaing di bisnis digital sekurangnya membutuhkan waktu dua tahun. Selama periode tersebut, start up masih harus “puasa” karena masih belum mendapatkan pendapatan.

“Dari kebanyakan start up yang ada, kriterianya adalah dua tahun. Pada saat itu start up masih harus puasa dan masih dalam tahap mendapatkan jumlah pengguna. Selain itu pada rentang waktu tersebut start up masih harus mengiklankan layanannya,” ungkap Heru kepada Okezone, Senin (28/9/2016).

Ia sendiri mengkhawatirkan, merebaknya start up yang saat ini diprogramkan oleh pemerintah melalui Gerakan 1.000 Start Up akan menghasilkan start up yang hanya akan berjalan di tengah jalan. Ia mengibaratkannya sebagai sebuah balon yang gampang pecah.

“Harusnya kita jangan terjebak dalam jumlah atau kuantitas, tapi lebih ke kualitas dan layanan yang memang dibutuhkan. Saya khawatir merebaknya start up jadi semacam buble yang gampang pecah,” lanjutnya.

Menurut Heru, seharunya ada pembinaan yang baik dan keberpihakan pemerintah dalam membantu start up lokal yakni dengan cara menyiapkan ekosistem dan menghadirkan pusat inkubator start up nasional. Melalui pusat inkubator, start up tersebut kemudian dibina, diberikan pelatihan, kemudian disosialisasikan.

Adapun untuk membangun start up, dibutuhkan modal yang harus bisa mencukupi kebutuhan operasional. Selama ini, menurut Heru,start up terkadang terlalu percaya diri bahwa layanannya akan laku dan bisa mendapatkan suntikan dana dari investor.

Namun demikian, bisnis digital berupa start up masih dianggap cukup menjanjikan selama bisa menjalani proses yang cukup panjang mulai dari dikenal oleh banyak orang hingga bisa menghasilkan uang secara mandiri.

YesBoss diketahui baru didirikan pada Juni 2015 dan telah mendapatkan pendanaan dari tiga investor. Berawal dari program sistem pribadi melalui layanan SMS, kini ia telah memiliki aplikasimobile dana mendapatkan seribu unduhan di Playstore.

demo slot

panen77

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram

Like this:

Like Loading...
Nasional

Leave a ReplyCancel reply


Recent Posts

  • Kunjungan Industri Fakultas Teknologi Informasi & Komunikasi (FTIK) Global Institute angkatan 2023 Blue BCA Digital
  • Training of Trainer Kurikulum OBE (Outcome Based Education)
  • Seminar dan Workshop Nasional “Fuel Your Potential
  • Pusat Karir Global Institute Gelar Grooming Class Bersama Wardah & KAHF: Bekal Mahasiswa Menuju Dunia Kerja
  • Mahasiswa FTIK Global Institute Kunjungi PT Amerta Indah Otsuka: Belajar Inovasi dan Proses Produksi di Balik Produk POCARI SWEAT

  • Roys Global Radio
  • Roys Global Radio
  • Roys Global Radio
Mahasiswa Bina Sarana Global

Masih Bingung Cari Kampus?

Yuk Join Global Institute Sahabat

Jadi mahasiswa teknopreneur handal, join sekarang dan dapatkan beasiswa hingga jutaan rupiah.

Name
Phone Number
Enter your email address
%d